Mourinho pertanyakan kartu merah Mike Jones untuk Cesc Fabregas

West Bromwich Albion v Chelsea - Barclays Premier League

Jose Mourinho mengkritik wasit Mike Jones karena mengeluarkan Cesc Fabregas, mengatakan dia seharusnya bisa menyelesaikan situasi itu “dengan perkataan.”

Fabregas dikeluarkan wasit karena tanpa sengaja menendang bola kepada gelandang West Brom Chris Brunt, ketika wasit berusaha memisahkan konfrontasi antara Diego Costa dan Gareth McAuley.

Tim asuhan Tony Pulis, yang unggul lewat gol Berahino di menit awal, berhasil memenangkan pertandingan 3-0, dan Mourinho mengatakan pada Monday Night Football dia berpendapat bahwa keputusan itu salah.

“Dengan wasit yang berpengalaman, stabil, kepribadian besar, mengendalikan pertandingan, saya pikir mereka harusnya menggunakan kata-kata,” ungkapnya.

“Khususnya dalam pertandingan di mana anda tidak memiliki target apa-apa, dan ketika pertandingan tidak spesial, pertandingan tanpa agresi, saya pikir salah satu dari wasit papan atas akan menyelesaikan situasi itu dengan kata-kata.

“Tetapi Michael memutuskan memberikan kartu merah, yang benar-benar tidak saya sepakati, tetapi dialah wasitnya.”

Costa juga jadi pusat perhatian ketika kembali ke skuad utama, ketika dia bertikai dengan para pemain West Brom sepanjang pertandingan.

Penyerang ini diberi kartu kuning karena bertengkar dengan McAuley, tetapi Mourinho bersikeras dia tidak mendapat cukup perlindungan dari wasit.

“Anda harus membicarakan lebih banyak hal tentang lawan dibanding dia [Costa],” tambahnya.

“Jika anda meliha tapa yang lawan lakukan terhadapnya sejak menit pertama, saya pikir mudah dipahami maksud dari orang-orang itu.

“Jika wasit ingin melindungi pemain dan menghukum pengejek, mudah baginya.”

Dengan gelar yang sudah diamankan, bos the Blues ini merasa timnya kehilangan motivasi – sesuatu yang menurut dia harus dipersalahkan.

Chelsea menjamu Sunderland di hari terakhir, dalam sebuah pertandingan yang akan terbukti krusial untuk menghindari degradasi, tetapi Mourinho ingin memastikan tim yang ada di timnya akan berusaha menang.

“Saya tahu pemain saya, diri saya, saya tahu sifat dasar pertandingan, saya tahu apa yang biasa terjadi ketika sebuah tim juara dengan beberapa pertandingan tersisa,” katanya.

“Kami juara dengan cepat, sulit menjaga motivasi. Kami mengalami banyak cidera, pemain yang dilindungi.

“Motivasinya tidak tinggi, intensitas tidak tinggi, dan ketika anda kehilangan rasa dari kompetisi, sulit untuk bersaing di tingkat tertinggi.”

Clip to Evernote